Kenapa Tubuh Tidak Lemas Ketika Berpuasa?
Posted by jonru on 5 September 2008
Ya, mungkin ini adalah salah satu pertanyaan mendasar bagi siapa saja yang berpuasa:
Kalau hari biasa, jam 12 siang perut pasti sudah keroncongan dan tubuh lemas bukan main, bila belum makan siang. Tapi ketika puasa, kenapa kita kuat tidak makan hingga Magrib?
Dulu, saya menganggap hal ini sebagai sebuah keajaiban belaka. Keajaiban yang tak bisa dijelaskan secara logika. Hanya iman di dada yang bisa memercayai hal-hal seperti ini.
Namun setelah menonton DVD The Secret dan membaca buku Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu), saya belajar banyak tentang The Law of Attraction (L0A). Dari sinilah - alhamdulillah - saya akhirnya menemukan sebuah jawaban yang sangat logis dan memuaskan.
Bagi Anda yang juga sudah memahami LoA, pasti tahu bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan yang luar biasa. Nah, sebenarnya ini adalah jawaban atas pertanyaan besar di atas.
Ketika kita berniat puasa, secara L0A itu akan menghasilkan sebuah komunikasi antara pikiran dan anggota tubuh kita. Dalam bahasa awam, urutan penjelasannya begini:
Pertama: Niat puasa diucapkan.
Kedua: Berdasarkan niat tersebut, pikiran mengirim pesan para semua anggota tubuh: “Halo, besok kita puasa. Jadi bersiap-siaplah jika besok kita tidak mendapat asupan makanan dan minuman sejak Shubuh hingga Magrib. Oke?”
Ketiga: Para anggota tubuh menerima pesan itu, lalu bersiap-siap. Karena sudah siap, mereka tentu tidak “heran” bila tidak ada makanan/minuman yang masuk sejak Shubuh hingga Magrib. Karena sudah bersiap-siap, mereka membentuk semacam “alat pertahanan” yang menyebabkan perut tidak keroncongan dan tubuh tidak lemas.
Nah, apakah anda percaya pada penjelasan saya ini? Kalau percaya, ya alhamdulillah.
Penjelasan di atas sekaligus membuktikan bahwa NIAT memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan apapun. Niat bukan hanya sebagai syarat sahnya puasa. Niat juga merupakan “alat komunikasi” yang efektif antara hati, pikiran dan anggota tubuh kita.
Semoga bermanfaat!
Wassalam
Jonru
Founder PenulisLepas.com
Pengajar di Sekolah-Menulis Online









September 5th, 2008 at 08:37
iya,, betul juga ya…
apa karena kita udah bener2 niat hingga timbul sugesti tdk lapar ya pak?
September 6th, 2008 at 09:03
Irma: Ya sepertinya sugesti memang sangat berperan juga di sini.
September 6th, 2008 at 09:24
Alhamdulillah itu adalah bagian dari kebesaran Allah, saya setuju Bang, saya pikir juga karena pengaruh dari kesadaran akan niat dan konsisten yang dibantu oleh keimanan yang kuat di hati. Allah lebih tau kapasitas diri kita dan Allah memerintahkan puasa kepada kita karena juga merupakan bagian dari maintenance tubuh kita dan lebih dari itu, Allah akan menilai sejauh mana keimanan kita, gimana Bang?
September 6th, 2008 at 10:46
ya betul. walau jarang sahur karena udah niat puasa.
akhirnya tahan juga.
Makasih share tulisannya bos
September 6th, 2008 at 11:20
hhmmm..
betul juga otak memerankan hal penting.. hmmm..
September 6th, 2008 at 11:51
betul mas, apalagi kalo diisi kegiatan yang positif seperti menulis atau ngeblog. Jadi gak kerasa, tau tau udah buka
September 7th, 2008 at 00:04
[...] Penjelasan lengkapnya baca postingan mas Jonru di sini. [...]
September 7th, 2008 at 02:10
thanks untuk tulisannya mas Jonru,
such a reminder to me
untuk selalu “pasang” niat yang baik
supaya LoAnya juga menghasilkan sesuatu yang baik
Kapan kita ketemu lagi???
Mungkin pas ada event BIB lainnya ya, hehe
salam,
sharah
September 8th, 2008 at 10:48
Terimakasih penjelasanya Mas Jonru.
Sedikit koreksi saja, kalimat: “…bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan yang luar biasa.” mungkin kurang tapat. Tapi lebih tepat: “doa kita (berupa pikiran dan perasaan) merupakan sarana yang luar biasa dari Allah SWT untuk meminta segala keperluaan kita”
Mungkin maksudnya sama, ini hanya mengingatkan aja buat pembaca agar tidak salah tafsir. Waktu membaca kalimat tersebut kok kayaknya nggak enak di hati gitu…..?
Thanks
Naryanto
September 8th, 2008 at 13:02
niat, memang urusan perasaan. specialisasi hati. dan, sepandai-pandai otak (pikiran) dalam kondisi paling kritis, hati jugalah yang bicara. sangat setuju dan sangat nyambung membaca postingan mas jonru. hanya saja, membaca tulisan ini tidak bisa hanya sekedar di cerna dengan akal pikiran. tetapi, harus diresapi dengan segenap perasaan. inilah, yang dinamakan membaca sambil terpejam.
blog baru lagi nih, mas jonru?
Oktober 27th, 2008 at 15:17
Info yang bagus, namun jujur saja The Secret dan LOA sudah terlalu populer dan membosankan. Itu sebabnya saya menulis pelajaran revolusi formula terbaru dari The Secret Law of Attraction yang terfokus pada bidang hubungan pria, wanita, romansa, dan cinta. Silakan cek sendiri di alamat
http://www.hitmansystem.com/blog/the-secret-law-of-attraction-113.htm
Pembahasan yang lengkap menyeluruh, berikut aplikasi poin yang praktis detil. The Secret Law of Attraction sangat direkomendasikan untuk mereka yang sudah lelah dengan Law of Attraction yang klasik.
Juli 16th, 2009 at 14:08
Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://kombes.com/browse_links.php Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger meberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
Kombes.Com